Selasa, 07 November 2023

Jawa Kuna

 Aksara Jawa Kuna

Aksara Jawa Kuna adalah aksara yang dipahami dan dipakai masyarakat Jawa pada masa lalu dengan bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Kawi atau juga dengan perpaduan bahasa Sansekerta dan Kawi atau bahasa Jawa kuna.


Menurut N. J. Krom,


Ia berpendapat bahwa aksara Jawa Kuna atau Kawi merupakan aksara hasil perkembangan dari aksara Pallawa yang berasal dari India Selatan.


Secara simpel,



Dan rumpun pohon aksara menurut para pakar ahli tersebut


Tetapi Hal itu juga berbeda dengan pendapat Kern,


Ia berpendapat bahwa aksara Jawa Kuna bukanlah hasil perkembangan langsung dari aksara Pallawa. Alasannya dikarenakan berdasarkan temuan Prasasti yang bertuliskan aksara Pallawa termuda (Prasasti Canggal) dan prasasti bertuliskan aksara Jawa Kuna tertua (Prasasti Plumpungan) hanya terpaut selisih 18 tahun, apabila aksara Jawa Kuna dianggap perkembangan langsung, maka hal tersebut akan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.




Berkenaan dengan nama, aksara turunan dari Pallawa ini dikenal mempunyai 2 sebutan, seperti di bawah ini:


J. L. A. Brandes, H. Kern, J. G. de Casparis dan Cohen Stuart


Menyebutnya ''Kawi''


N. J. Krom dan begitu juga epigraf masa kini kebanyakan menyebutnya ''Jawa Kuna''.


Lalu apakah itu aksara JAWA KUNA / KAWI.....??


• Aksara Jawa Kuna


merupakan aksara segmental yang didasarkan pada konsonan dengan notasi vokal yang diwajibkan tetapi bersifat sekunder. Tiap hurufnya merepresentasikan sebuah suku kata dengan vokal “a” yang dapat diubah dengan penggunaan tanda baca.


•Penulisan Aksara Jawa Kuna ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan


•Aksara Jawa Kuna tidak mengenal spasi dalam penulisannya


•Dalam penulisan Aksara Jawa Kuna terdapat tanda baca sebagai awalan dan akhiran, baik paragraf maupun kalimat *(tidak selalu)*


•Aksara Jawa Kuna tidak mempunyai huruf F Q V X Z



Prasasti 

kita lanjut ke PRASASTI karena semua aksara Jawa Kuna rata2 terhubung dengan prasasti.

PRASASTI terbagi menjadi 3 yaitu 

1.UPALA (batu) 

2.TAMRA (Logam) 

3.RIPTA (Lontar)

Contoh upala prasasti dengan memakai Aksara Kawi Kuadrat



Tamra Prasasti 







Ripta Prasasti

Jadi kesimpulan dari prasasti adalah
1.Benda budaya yang berisi aksara maupun angka baik pallawa, kawi bahkan carakan, arap, dan pegon
2.berasal dari bahasa sansrkerta yg berarti PUJIAN
3.prasasti dianggap sebagai Piagam, maklumat, surat keputusan, UU, atau tulisan.




Penggunaan aksara Kawi atau Jawa Kuno tidak seperti aksara Jawa Baru yang memiliki beberapa paugeran atau aturan baca, ia lebih flรจksibel, namun ada beberapa kaidah atau aturan tulis yang mengikuti pola penulisan dalam Bahasa Sanskerta.

Beberapa tabel Aksara Jawa Kuna yang disusun oleh Mpu Heri  Purwanto 







Contoh penulisan 
JAYABHAYA


GABAHAYATA

SAYAKAYA




Aksara carakan (honocoroko) adalah turunan dari aksara kawi... dimana aksara kawi ini dipakai awal pada masa tahun 672s Prasasti plumpangan dan prasasti dinoyo hingga masa Majapahit, paska akhir majapahit ini lah peralihan dari kawi ke carakan...... di jawa tengah bahkan ada aksara MERBABU dipercaya sebagai masa peralihan dari KAWI ke CARAKAN...... walo sebnarnya 85persen bisa dibilang masih KAWI.





Versi Dias Nawaksara




Penggunaan KAWI baik Aksara dan bahasa ditemukan tertua pada PRASASTI HARINJING KEDIRI. Pada 726Saka





Prasasti DINOYO MALANG dipercaya juga tertua menggunakan AKSARA KAWI meski masih berbahasa SANSEKERTA

Era Singasari, peradaban nya sudah memakai Aksara Kawi dan bahasa Kawi , meski masih ada yang menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa.


Bahasa Sanskerta sendiri asalnya dari India Kuno. Masuk ke Jawa bersamaan dengan masuknya agama Hindu. Selain bahasa Sanskerta juga ikut masuk aksara Pallawa dari India Selatan.

Karena aksara Pallawa hanya bisa untuk menulis bahasa Sanskerta, maka orang Jawa memodifikasi aksara Pallawa menjadi aksara Kawi. Agar bisa digunakan untuk menulis Sanskerta dan Jawa Kuno.

Seiring waktu, aksara Kawi dimodifikasj menjadi aksara Carakan biar lebih indah. Tapi pengucapan bahasa Jawa Kuno dan Sanskerta mengalami banyak penyederhanaan. Itu sebabnya aksara Carakan yg diajarkan di sekolah cuma 20, padahal aslinya ada 50.

Ini contoh Aksara Pallawa hanya bisa untuk menulis bahasa Sanskerta. Maka leluhur kita kreatif memodifikasi Pallawa menjadi Kawi Atau Jawa Kuna agar bisa untuk menulis bahasa lokal yang menjadi bahasa sehari-hari masyarakat Jawa Kuna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KITAB SULUK SUNAN BONANG

  (1) Bismi'llahi'rrah'mani'rrahimi, wa bihi nasta’in alhamdu lillahi rabbil alamin,  wa shalatu 'ala rasulihi Muhammadi...