Dalam falsafah orang Jawa kita sering mendengar kata-kata Ibu Bumi Bapa Angkasa, sebuah kata-kata yang sering di gandengkan dengan panjatan do'a-do'a,
kata-kata ini bukanlah kata yang tanpa arti, justru kata-kata ini merupakan inti dari segala konsep tentang Sangkan Paran.
Ibu bumi Bapa Angkasa yang dimaksud mengandung sebuah makna yang sangat mendalam, karena ibu adalah sesuatu yang melahirkan ataupun sesuatu yang mengasihi atau menjaga mereka Manusia, hewan-hewan, pepohonan dan bunga-bunga dan semua yang hidup diatas nya.
Sementara Bapa Angkasa merupakan ayah atau bapak yaitu suatu perlambangan dari seorang laki-laki yang perkasa ,langkah, jangkauan yang jauh nan pemikiran nya luas, langit pula yang memberi penghidupan di bumi dengan menyiraminya dengan air, maka Ibu Bumi akan senantiasa subur menumbuhkan ribuan bunga.
Dan langit pula yang membawa sinar terang, yang senantiasa menyinari segala yang ditumbuhkan, yang dilahirkan oleh Sang Ibu Bumi.
Sekali lagi bahwa ibu bumi adalah Ia yang melahirkan mereka, dan mengubur-kan mereka.
Pepohonan dan bunga-bunga akan menjadi ibu-ibu yang baik, dari buah dan benih mereka. Dan seorang ibu, merupakan awal dari semua keberadaan, roh abadi, penuh dengan keindahan dan cinta yang sebenar-benarnya cinta tanpa adanya tapi.
Lihat-lah... Ibu Bumi dan Bapa Angkasa sedang bercumbu..
Begitu syahdu bukan...
Manusia adalah perwujudan simbol dari sebuah ke-abadi-an..
Bagaimana tidak..
Lihatlah, manusia yang pada mula nya telah terkubur tanah atau pada mulanya terlahir, yang terkubur raganya menyatu dengan Unsur-unsur pembentukan dari rahim ibu Bumi. Yang terlahir raganya terbentuk dari unsur-unsur seperti yang telah terkubur...
jasad manusia bisa terkubur, Namun uripnya akan selalu beterbangan dimuka Bumi ini, ia mencari wadah baru untuk ditempati. Wadah yang asalnya dari sari pati ibu Bumi yang telah memecah Unsur-unsur raga manusia itu sendiri.. Dan terlahir dalam wujud manusia kembali ..
Manusia yang tak pernah mati termuat dalam b-ismi-lahir-rahman-nir-rahim
Baqo', adalah istilah keabadian dari sebuah - nama (ismi) yang terlahir dari rahman Bapa Angkasa- nir (kekosongan) -Rahim ibu Bumi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar