Aksara Jawa Kuna
Aksara Jawa Kuna adalah aksara yang dipahami dan dipakai masyarakat Jawa pada masa lalu dengan bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Kawi atau juga dengan perpaduan bahasa Sansekerta dan Kawi atau bahasa Jawa kuna.
Menurut N. J. Krom,
Ia berpendapat bahwa aksara Jawa Kuna atau Kawi merupakan aksara hasil perkembangan dari aksara Pallawa yang berasal dari India Selatan.
Secara simpel,
Tetapi Hal itu juga berbeda dengan pendapat Kern,
Ia berpendapat bahwa aksara Jawa Kuna bukanlah hasil perkembangan langsung dari aksara Pallawa. Alasannya dikarenakan berdasarkan temuan Prasasti yang bertuliskan aksara Pallawa termuda (Prasasti Canggal) dan prasasti bertuliskan aksara Jawa Kuna tertua (Prasasti Plumpungan) hanya terpaut selisih 18 tahun, apabila aksara Jawa Kuna dianggap perkembangan langsung, maka hal tersebut akan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.
Berkenaan dengan nama, aksara turunan dari Pallawa ini dikenal mempunyai 2 sebutan, seperti di bawah ini:
J. L. A. Brandes, H. Kern, J. G. de Casparis dan Cohen Stuart
Menyebutnya ''Kawi''
N. J. Krom dan begitu juga epigraf masa kini kebanyakan menyebutnya ''Jawa Kuna''.
Lalu apakah itu aksara JAWA KUNA / KAWI.....??
• Aksara Jawa Kuna
merupakan aksara segmental yang didasarkan pada konsonan dengan notasi vokal yang diwajibkan tetapi bersifat sekunder. Tiap hurufnya merepresentasikan sebuah suku kata dengan vokal “a” yang dapat diubah dengan penggunaan tanda baca.
•Penulisan Aksara Jawa Kuna ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan
•Aksara Jawa Kuna tidak mengenal spasi dalam penulisannya
•Dalam penulisan Aksara Jawa Kuna terdapat tanda baca sebagai awalan dan akhiran, baik paragraf maupun kalimat *(tidak selalu)*
•Aksara Jawa Kuna tidak mempunyai huruf F Q V X Z
Prasasti
kita lanjut ke PRASASTI karena semua aksara Jawa Kuna rata2 terhubung dengan prasasti.
PRASASTI terbagi menjadi 3 yaitu
1.UPALA (batu)
2.TAMRA (Logam)
3.RIPTA (Lontar)
Penggunaan aksara Kawi atau Jawa Kuno tidak seperti aksara Jawa Baru yang memiliki beberapa paugeran atau aturan baca, ia lebih flรจksibel, namun ada beberapa kaidah atau aturan tulis yang mengikuti pola penulisan dalam Bahasa Sanskerta.
Beberapa tabel Aksara Jawa Kuna yang disusun oleh Mpu Heri Purwanto


















