Minggu, 27 Agustus 2023

SANGKAN PARANING DUMADI

SANGKAN PARANING DUMADI
















Didalam ajaran jawa dikenal dengan istilah Sangkan Paraning Dumadi yang mengajarkan tentang ajaran Asal muasal manusia dan sekembalinya manusia ke alam kelanggengan. Ajaran Sangkan Paraning Dumadi ini memuat seluruh aspek kehidupan manusia dari sebelum (suwung) lahir (gumelar) sampai kembali (suwung). Ajaran ini juga bisa disebut dengan istilah "BAWANA TRAYA" dengan arti Bawana adalah Alam atau jagad, dan Traya adalah kehidupan.




Bawana Traya yang berarti Alam Kehidupan ini terbagi menjadi 3 bagian alam yang memiliki klas tersendiri yaitu :
👉 -bawana langgeng (alam kekal).
👉 -bawana driyo (alam lahiriah).
👉 -bawana triya (alam rohaniyah).


Langgeng yang berarti serba tetap (ora owah gingsir).




Langgeng adalah serba tetap adanya dan
serba tetap sifatnya.
Driya berarti tampak (katon), wujud , kenyataan.
Triya berarti tidak tampak (ora katon) , samar, tan keno kinoyo.


Tiga alam yang berbeda sifatnya itu juga dinamakan TRILAKSANA atau tiga sifat.




trilaksana terdiri dari
👉 -kalanggengan (kekekalan)
👉 -kadriyan(lahiriyah)
👉 -katriyan (rohaniyah).
Alam Langgeng adalah alam yang tanpa awal dan akhir
Alam Kadriyan adalah alam yang berawal dan berakhir
Alam Katriyan ialah Rohani yang berawal dan berakhir


Kelanggengan itu Suwung yang Tan Keno Kiniro Tan keno kinoyo atau kekosongan, ketiadaan.




Sementara Kadriyan dan Katriyan itu Ada, wujud, isi.
Suwung itu melingkupi Ketiadaan dan keberadaan atau Suwung itu Gumulung dan Gumelar.
Jadi ingat-lah bahwa " ketiadaan dan kekosongan dirimulah Singgasana-Nya "


Keberadaan itu ada dalam SUWUNG....







Keberadaan adalah segala sesuatu yang nyata,

nyata lahiriyah dan nyata rohaniyah, yang artinya bahwa Suwung itu adalah Gelar Klawan Gulung, Lahir dan juga Bathin.









Di diri manusia terdiri dari gelar dan gulung . Alam Gelar disebut badan atau wadag,badan wadag itu adalah suatu keberadaan yang berarti "ana". Alam Gulung disebut bathiniah atau jiwa atau roh juga merupakan suatu keberadaan yang disebut juga dengan "ana".




Bahwasanya keberadaan alam semesta ini dan seluruh perangkatnya berada didalam kekosongan atau ketiadaan.
Karena Suwung adalah ketiadaan itu sendiri yang tak berawal dan tak berakhir atau yang tak mempunyai Purwa dan Wasana. Keber-ADA-an adalah kasunyatan yang berawal dan berakhir.
Suwung itu meng-ADA tanpa awalan maupun akhiran. Keber-ADA-an di-ADA-kan yang memiliki awalan dan juga akhiran karena di-ADA-kan atau dicipta-kan yaitu alam rohani.
Keber-ADA-an di-ADA-kan berupa alam gelar
Keber-ADA-an di-ADA-kan dengan ber-AWAL-an karena Tumbuh-meng-ADA- Ke-ALAMIAH-an
KeberADA-an di-ADA-kan dengan ber-AWAL-an karena keter-CIPTA-an.


Alam Kadriyan dan Alam Katriyan Tidak memiliki kelangsungan dari keADA-nya, karena sekali waktu akan mengahiri ADA-nya.




Alam Kelanggengan adalah alam Suwung itu sendiri yang langsung menuju keber-ADA-annya.
Dan keber-ADA-an nya adalah kelanggengan yang tak berubah owah gingsir, terbebas dari dulitas ruang waktu.
Disini yang Abadi dan sekarang yang Abadi lepas dari waktu dan ruang adalah KEHIDUPAN yang tidak berpurwa dan tidak berwasana.
Ke-LANGGENG-an adalah WUR yang tan keno winates atau tanpa wangenan yang bersifat kekal atau immaterial.
Adanya WAKTU dan RUANG adalah lepas dari adanya kehidupan yang tanpa purwa dan wasana .

Karena Langgeng bersifat BEBAS dari segala bentuk RUANG WAKTU, bebas dari segala keadaan dualitas.







KE-LANGGENG-AN tidak bisa di hayati di dalam waktu ,tetapi hanya didalam kehidupan BERKE-SADAR-AN

KEHIDUPAN yang LANGGENG jadi jika sekarang ada disini juga harus ada. dimana saja dan







bilamana saja kehidupan yang langgeng itu ada.

Keber-ADA-an bisa diinderai setiap saat dan setiap waktu disetiap tempat dalam kehidupan alam gelar.




Disini dan sekarang, setiap waktu dan setiap tempat


ALAM KEHIDUPAN dapat DIHAYATI atau diinderai dengan rasa yang sesuai:







Alam Kelanggengan di hayati dengan Rasa sejati yang berupa Keberadaan yang men-ADA-kan yang bersifat tan keno owah gingsir.
Alam Kadriyan dihayati dengan rasa pancaindera yang bersifat owah gingsir.
Alam Katriyan dihayati dengan Rasa bathin yang bersifat tidak kekal yang masih berunsur.
Adanya suatu ALAM itu ditentukan oleh DIMENSI alam itu sendiri bukan oleh namanya.
Dimensi adalah pengamatan dalam suatu ruang , dan disetiap alam kehidupan atau disetiap ruang kehidupan harus mimiliki tiga dimensi yaitu panjang, dalam dan lebar. Jika kurang dari tiga DIMENSI, contoh halnya hanya ada dua DIMENSI saja, namanya bukan ruang, tetapi dataran atau luas.


Dan diatas dataran itu hanya akan bisa dilukis atau digambarkan suatu gambaran , bukan suatu untuk kehidupan yang memiliki penghidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KITAB SULUK SUNAN BONANG

  (1) Bismi'llahi'rrah'mani'rrahimi, wa bihi nasta’in alhamdu lillahi rabbil alamin,  wa shalatu 'ala rasulihi Muhammadi...