Dahulu kala saat era kerajaan Majapahit, hiduplah seorang Mpu pembuat keris, bernama Mpu Supo atau Mpu Supo Mandrangi. Beliau merupakan Salah seorang Mpu yang termasyur dijaman nya hingga menurunkan Mpu-mpu selanjutnya sampai sekarang yang masih tersambung dengan Mpu Supo Mandrangi.
Dikisahkan, pada Saat itu Salah satu Keris pusaka milik Kerajaan Majapahit hasil karya Mpu Supo hilang, maka seketika itu Sang Raja menugaskan Mpu Supo untuk mencarinya.
Mpu Supo melanglang buana, berjalan mencari ke arah selatan dari Ibu Kota Kerajaan Majapahit (Mojokerto) hingga sampailah di daerah yang sekarang disebut Jimbe.
Kekunaan Jimbe berada didesa Jimbe Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
Di daerah ini Mpu Supo sempat singgah lama dan membuat sebuah besalen atau pandai besi untuk membuat karya-karya dari besi.
Karya Mpu Supo itu mulai dari alat pertanian hingga senjata perang yang berupa keris, tombak pedang dll. Pada waktu itu Keris pusaka buatan Mpu Sopo yang sangat terkenal yaitu keris "Kyai Umyang Jimbe".
Situs kekunaan jimbe dulunya hanya berupa puing-puing bebatuan dari besalen peninggalan Mpu Supo, tapi sekarang sudah dibuat seperti rumah untuk menyimpan peninggalan peninggalan Mpu Supo.
Di kekunaan ini biasa didatangi oleh orang orang yg lelaku atau sekedar berwisata religi, dengan niat yg berbeda beda.
Dalam kisah perjalanan mencari keris pusaka yang hilang Mpu Supo tidak berhasil menemukan benda pusaka itu di Jimbe dan sekitarnya.
Mpu Supo lantas melanjutkan perjalanan hingga wilayah kerajaan Blambangan, disana Mpu Supo juga bermukim lama dan membuat alat-alat tani dan senjata. Mpu Supo menyamarkan namanya agar tidak diketahui oleh orang-orang disana bahwa beliau merupakan utusan dari kerajaan Majapahit.
Kabar adanya seorang Mpu yang handal dalam membuat berbagai senjata itu sampailah kepada telinga Raja Blambangan.
Mpu Supo akhirnya dipercaya karena kualitas alat-alat tani dan senjata buatan nya sangat bagus, beliau diangkat jadi Mpu ndalem oleh Kerajaan Blambangan.
Disanalah beliau berhasil mendapatkan Keris yang dicarinya dan berupaya membuat salinan yg sama persis dengan keris yang hilang tersebut.
Salinan keris tersebut biasa disebut "mutrani" dengan ciri ricikan yang sama persis dengan keris kerajaan Majapahit yaitu Kyai Sangkelat. Kemudian Duplikat keris itu ditinggalkan di Blambangan tanpa sepengetahuan pembesar kerajaan bahkan Sang Raja.
Karena Mpu Supo sudah berhasil mendapatkan keris Kyai Sengekelat itu maka dibawalah keris asli itu pulang kembali ke Kota Raja Kerajaan Majapahit.
Sesampainya Mpu Supo di kerajaan Majapahit, Sang Raja pun terlihat senang atas kerja kerasnya mendapatkan kembali keris pusaka kerajaan tersebut.
Atas jasanya tersebut kemudian Mpu Supo diberi hadiah tanah perdikan di daerah Sedayu dan bergelar Mpu Sedayu.
https://www.blitarterkini.com/khasanah/8859556841/kisah-kekunaan-jimbe-kademangan-blitar-kyai-sengkelat-dan-legenda-mpu-supo-dari-majapahit
MBah Tatok MBlitar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar