Cinta yang jujur, cinta yang tulus, akan membuat seseorang memberikan kepunyaannya kepada yang dicintainya. Ia berikan dirinya kepada orang atau sesuatu yang dicintainya. Dan, itu tidak dapat dilaksanakan, kecuali berakar pada kecintaan kepada Tuhan semata.
Seorang tokoh sufi wanita Rabiah Adawiyah berkata: "seandainya cintamu jujur, maka aku akan taat kepadamu. Karena, sesungguhnya orang yang jatuh cinta itu akan taat kepada orang yang dicintai."
.
ya, orang yg mencintai seseorang akan memberikan sesuatu apa yang diminta oleh orang yang dicintai. Sang pencinta akan memenuhi ia yg dicintai. Tapi, bila kecintaan ini tidak diberikan kepada Sang Cinta (Pemilik Cinta) maka sang pencinta akan menderita. Mengapa? Karena, sang pencinta telah memberikan cintanya kepada ia yang tidak memiliki cinta. Nah, Tuhan adalah Sang Cinta itu, dan otomatis Dia yang memiliki segala cinta.
Perhatikan kembali kata-kata diatas. Cinta harus terhubungkan dengan Tuhan sebagai sumber cinta. Kita, manusia, bukan sumber cinta. Makanya, seseorang yang mencintai orang lain secara bukan "Lillahi ta'ala" cintanya tidak berdasarkan "karena" Allah, maka akan "bangkrut". Cinta semacam inilah yang menyebabkan byk orang menderita. Inilah yg menyebabkan "orang putus asa karena cinta". Orang menjadi gila karena cinta. Bahkan ada yang bunuh diri karena cinta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar