Rabu, 06 Mei 2020

PRANOTO MONGSO




Pranoto Mongso


Dalam konsep Ilmu Titen orang Jawa, selain perhitungan weton (hari dan pasaran) juga ada perhitungan yang disebut dengan "pranoto mongso" . Secara harfiah makna Pranoto adalah aturan, sementara Mongso adalah musim. Jadi Pranoto Mongso adalah aturan yang digunakan oleh para petani sebagai penentuan dalam memulai atau mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan melihat fenomena alam. 

Dahulu sebelum Sultan Agung Hanyokrokusumo mengesahkan sistem penanggalan Jawa (Hijriyah), dengan mengganti tahun Saka Hindu menjadi tahun Hijriyah. Suku Jawa khususnya sudah mempunyai penanggalan sendiri, namun penanggalan ini tidak tertulis, karena kemampuan mereka dalam melihat dan menghafalkan fenoma-fenomena alam tersebut sudah sangat kompleks dan akurat. Maka disaat itu "Pranoto Mongso" menjadi sangat penting bagi keberlangsungan hidup terutama bagi kalangan petani dan nelayan .


Ilmu Titen Pranoto mongso merupakan salah satu ilmu Titen yang biasa digunakan oleh para petani dalam melihat pergantian musim khusus nya ditanah Jawa sendiri. 

Didalam satu tahun pada hitungan masehi ada 12 bulan, didalam satu tahun di Indonesia ada 2 musim, kemarau dan penghujan. Namun didalam perhitungan pranoto mongso milik Orang Jawa ini terbagi menjadi 12 mongso yaitu


1. Kasa (kartika) 22 Juni – 1 Agustus 

2. Karo (poso) 2 Agustus – 24 Agustus 

3. Katelu 25 Agustus – 17 September

4. Kapat (sitra) 18 Sepetember – 12 Oktober 

5. Kalima (manggala) 13 Oktober – 8 November

6. Kanem (naya) 9 November – 21 Desember

7. Kapitu (palguna) 22 Desember – 2 Februari

8. Kawolu (wasika) 3 Februari – 28 Februari

9. Kasanga (jita) 1 Maret – 25 Maret 

10. Kasadasa (srawana) 26 Maret – 18 April 

11. Dhesta (pradawana) 19 April – 11 Mei

12. Sadha (asuji) 12 Mei – 21 Juni


Namun ke 12 pranoto ini di sederhanakan atau dibagi menjadi 4 musim yaitu


Mongso Ketiga, Labuh, Rendheng, Mareng/Lemarengan.


👆 di dalam setiap mongso ini ada umur atau usia musim yang berlaku. Sederhana nya 12 bulan ditahun Masehi dibagi 4 Mongso, maka setiap Mongso akan mendapatkan usia musim selama 3 bulan.


Mongso Ketiga disebut juga dengan  musim kemarau atau di mana dimusim itu tidak ada hujan.


Mongso Labuh diartikan sebagai mongso sebelum mongso rendheng atau penghujan. Musim ini biasanya digunakan oleh para petani sebagai tolok ukur dalam awal tanam.


Mongso Rendheng adalah musim penghujan. Dimana waktu ini merupakan rintik yang benar-benar basah, hingga hatiku begitu amat gelisah, oleh karenamu yang telah membuat hatiku patah.... 


Mongso Mareng adalah mongso sebelum mongso ketiga atau awal masuk mongso ketiga.


Semoga menambah wawasan

 

KITAB SULUK SUNAN BONANG

  (1) Bismi'llahi'rrah'mani'rrahimi, wa bihi nasta’in alhamdu lillahi rabbil alamin,  wa shalatu 'ala rasulihi Muhammadi...