Rabu, 30 Agustus 2017

Caraka Walik









Caraka Walik adalah salah satu atau Susunan Huruf HanaCaraka yang dibalik atau sungsang. Hruf Jawa ini mrupakan huruf Jawa modern turunan atau bentuk sederhana dari huruf jawa sebelumnya yaitu huruf Jawa Kuno , Kawi maupun Pallawa. Namun di huruf Jawa modern ini menyimpan begitu banyak energi kekuatan karenaya huruf ini sering digunakan oleh sebagian orang untuk keperluan hajat. 
Huruf Jawa ini , mempunyai begitu banyak arti dan makna yang mendalam hingga menumbuhkan perputaran energi atau power yang bisa menangkal roh jahat.
Menjadi suatu ilmu sebagai penolak yang sangat ampuh , Huruf Caraka Sungsang atau Caraka Walik diyakini oleh masyarakat jawa bahwa huruf ini bisa menolak segala malapetaka termasuk tuju, teluh,  tenung,  santet,  teranjana,  leak,  destinasi, pepasangan,  sesawangan,  rerajahan,  dsb.


Secara maknawi huruf jawa bisa diartikan sebagai berikut    :

NGA THA BA GA MA : tidak ada kematian

NYA YA JA DhA PA  : tidak ada kesaktian

LA WA SA TA DA : tidak ada peperangan

KA RA CA NA HA : tidak ada utusan

Arti dari setiap hurufnya yaitu :

NGA :  Ngracut busananing manungso yang mengartikan melepaskan ego atau ngleremake ego atau ngleremake ke-aku-an.

THA : Tukul soko niat yang berarti datangnya dari niat.

BA  : Bayu sejati kang andalani yang mengartikan angin sebagai jalannnya yaitu menyadari keluar- masuknya nafas dengan eling/sadar atau menyelaraskan diri pada gerak alam.

GA : Guru sejati kang muruki mengartikan bahwa Guru Sejatilah yang akan membimbing pada pembelajaran pada setiap episode kehidupan yaitu belajar pada hati nurani . Nurani disebut juga dengan petunjuk Gusti atau Tuhan (Tuntun Hati Nurani).

MA : Madep mantep manembah marang Ilahi yang mengartikan bahwa kedudukan nya hanya ada pada kesadaran sejati yang berpusat pada rasa jati sejatining rasa yang "tan keno owah gingsir".

NYA : Nyata tanpa mata,  ngerti tanpa diwuruki mengartikan bahwa sebagai manusia yang sadar seharusnya ia mangerteni ugo mahanani  tanpa melihat atau tanpa di ajari. Menyadari kodrat dan irodat.

YA : Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi artinya meyakini semua tindakan sepenuhnya merupakan suatu tindakan yang akan berpotensi menghasilkan tuaian.
 
JA : Jumbuhing kawulo lan Gusti artinya selarasnya Kawulo Klawan Gusti dengan menyadari sesadar-sadarnya Urip / hidup manusia hanyalah perwujudan dari Gusti Yang Maha Kuasa  .

DHA : Dhuwur wekasane endek wiwitane artinya bahwa setiap tindakan itu bisa dimulai dari awal yaitu dari hal yang terkecil hingga ke yang tinggi atau besar.

PA :  Papan kang tanpa kiblat  artinya jika kita mau manekung dengan memahami diri sejati manusia yang berada didalam diri , maka akan menemukan tempat yang tanpa arah( terlepas dari dulitas) yaitu  hakekat ALLAH

LA : lir handoyo paseban jati artinya manusia yang sejati tidak menuruti hawa nafsunya sendiri yang hanya sebatas kesanangan belaka, tetapi manusia yang sejati ia yang mampu mengalirkan hidup semata pada tuntunan ilahi.

WA : Wujud hana tan kena kiniro  artinya wujud itu ada tapi tida bisa diperkirakan.

SA :  Sifat ingsun handulu sifatullah  artinya sifat sejati manusia sejati adalah manusia yang bisa memanusiakan mahkluk lainnya, manusia yang penuh welas asih.

TA :  tatas,  tutus,  titis,  lan wibowo  artinya  mendasar totalitas satu visi,  ketelitian dalam memandang hidup

DA : Dumadining dzat kang tanpo winengenan artinya terjadinya Dzat Sang Maha Hidup atau Urip Sejati itu tanpa bisa dibayangkan.

Ka : Karsaningsun memayu hayuning bawono artinya kehendak yang benar itu diarahkan untuk kesejahteraan alam.

RA  : Rasa ingsun handulu asih artinya  rasa cinta sejati  yang muncul dari nurani

CA :  cipta wening,  cipta mandulu,  cipto dadi artinya satu arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal

NA : Nur candra,  ghaib candra,  warsitaning candra artinya pengharapan manusia han selalu ke sang Ilahi

HA : Hana hurup wening suci artinya adanya hidup itu merupakan kebenungan yang suci, atau Gusti Ingkang Maha Suci.


Caraka walik atau caraka sungsang memang bisa digunakan untuk menangkal atau membalikkan suatu malapetaka  santet,  teluh  dsb.
Arti secara harfiah saya ambil dari buku kaweruh pepak boso jowo sebagai berikut :

HA NA  CA RA KA  : ada ucapan,  ada kata-kata

DA TA SA WA LA  : saling perselisihan

PA DA JA YA NYA  : adanya adu kekuatan yang sama kuatnya

MA GA BA THA NGA : terjadi lah bangkai / mati








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KITAB SULUK SUNAN BONANG

  (1) Bismi'llahi'rrah'mani'rrahimi, wa bihi nasta’in alhamdu lillahi rabbil alamin,  wa shalatu 'ala rasulihi Muhammadi...